MGMP MATEMATIKA SMA KAB.JEMBER BULAN SEPTEMBER 2020

Dihadiri oleh kepala Cabang Dinas Pend.Kab.Jember.

MGMP MATEMATIKA SMA KAB.JEMBER BULAN OKTOBER 2020

Kerjasama dengan FMIPA MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI JEMBER - PENERARAPAN GEOGEBRA VERSI-6

Jumat, 23 Januari 2026

Menemukan Makna Pembelajaran dan Motivasi dalam Forum Guru Matematika Jawa Timur

Forum Guru Matematika Jawa Timur menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna bagi para pendidik. Tidak sekadar forum berbagi materi, kegiatan ini menghadirkan penguatan cara berpikir, cara mengajar, sekaligus cara memaknai peran guru matematika di tengah perubahan zaman. Dua narasumber utama, Budi Santoso, M.Pd., C.Ht dan Prof. Dr. Soeharjupri, M.Si (Guru Besar ITS), menyampaikan gagasan yang saling melengkapi antara strategi pembelajaran dan penguatan motivasi guru.

Dalam sesi pertama, Budi Santoso menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran matematika yang hidup dan bermakna. Beliau mengajak guru untuk berani menggeser pola pembelajaran dari yang kaku menuju pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Menurutnya, permainan bukan sekadar hiburan, tetapi sarana efektif untuk membangun keterlibatan, fokus, dan kegembiraan belajar siswa. Setiap pencapaian siswa perlu diapresiasi melalui reward sederhana agar tumbuh rasa percaya diri dan motivasi internal.

Lebih lanjut, Budi Santoso menegaskan bahwa guru matematika harus terus update dan adaptif. Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi menuntut guru untuk kreatif dalam merancang pembelajaran. Salah satu contoh konkret yang diperkenalkan adalah Indonesian Olympiad Battle (IOB), yang diposisikan sebagai serious game. IOB memuat unsur level, target, tantangan, dan reward yang secara tidak langsung menumbuhkan kecintaan siswa terhadap matematika.

Dalam penguatan konsep, pembelajaran matematika idealnya disajikan melalui tahapan yang jelas, dimulai dari pengalaman konkret, dilanjutkan dengan gambar atau objek, hingga akhirnya menuju pemahaman abstrak. Dengan cara ini, konsep tidak lagi terasa jauh dan menakutkan bagi siswa. Di atas semua itu, guru diingatkan untuk terus menanamkan kemampuan critical thinking, agar matematika benar-benar melatih nalar dan daya analisis peserta didik.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Soeharjupri yang memberikan suntikan motivasi dan inspirasi mendalam bagi guru matematika. Beliau mengingatkan bahwa seorang guru harus memiliki mimpi besar dan open mindset agar tidak terjebak pada rutinitas semata. Proses mengajar seharusnya selalu diawali dengan doa, karena di dalamnya terdapat amanah besar untuk membentuk masa depan generasi.

Nilai-nilai kehidupan menjadi penekanan utama dalam sesi ini. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai melalui keteladanan. Prinsip Asih, Asuh, dan Asah  menjadi fondasi dalam mendidik, sementara filosofi To Give to Get mengajarkan bahwa keikhlasan dalam memberi akan menghadirkan makna yang lebih dalam. Latihan yang dilakukan secara berulang, konsisten, dan penuh kesadaran diyakini mampu menguatkan kompetensi guru maupun siswa.

Prof. Soeharjupri juga mengajak peserta untuk berdamai dengan waktu: meninggalkan masa lalu yang membebani (Yesterday), melakukan yang terbaik hari ini (Today), serta memimpikan dan mendoakan masa depan (Tomorrow). Guru perlu berani move on dari pikiran negatif dan memfungsikan dirinya agar benar-benar memberi manfaat. Dalam perjalanan mendidik, kegagalan adalah keniscayaan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan itulah pembelajaran sejati lahir.

Peserta didik, menurut beliau, perlu diarahkan sesuai dengan passion-nya masing-masing. Tugas guru adalah mendampingi dengan konsistensi, komitmen, komunikasi yang baik, keberlanjutan, dan rasa percaya diri. Semua itu dirangkai dalam niat yang lurus, usaha yang sungguh-sungguh, doa yang terus dipanjatkan, dan tawakal yang menenangkan.

Forum Guru Matematika Jawa Timur akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan peningkatan kompetensi. Pertemuan ini menjelma menjadi ruang refleksi tentang makna menjadi guru: terus belajar, terus memberi, dan terus menyalakan harapan melalui pendidikan yang bermakna.

Rabu, 21 Januari 2026

MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember Perkuat Growth Mindset dan Penalaran Matematis Guru di Era VUCA

Jember, Rabu (21 Januari 2026) — MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember kembali menggelar kegiatan rutin Belajar dan Berbagi yang berlangsung di Aula Pratama SMA Negeri 1 Jember. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi guru matematika untuk memperkuat kompetensi profesional, pedagogik, dan pola pikir adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era VUCA.

Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka oleh Syaiful Rahman, M.Pd, selaku Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, ditegaskan kan bahwa guru matematika tidak cukup hanya menguasai materi ajar, tetapi juga harus terus melakukan upgrade dan update kompetensi, baik dalam cara berpikir, strategi pembelajaran, maupun pemanfaatan teknologi. Menurutnya, era VUCA menuntut guru untuk adaptif, reflektif, kolaboratif, dan mampu membangun pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik.

Selanjutnya, Bapak Dr. Suryadi, S.Pd, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Jember sekaligus PjP MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember, menyampaikan penguatan sekaligus penyegaran pemahaman tentang empat kompetensi guru, yaitu pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Beliau menekankan bahwa kompetensi pedagogik harus tercermin dalam kemampuan guru merancang pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik, sementara kompetensi profesional menuntut penguasaan konsep matematika yang mendalam serta kemampuan bernalar. Kompetensi kepribadian dan sosial, lanjutnya, menjadi fondasi etika, keteladanan, dan kemampuan membangun komunikasi serta kolaborasi yang sehat berdampak di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Materi inti disampaikan oleh Bapak Drs. Ponadi, M.Si, Pengawas Ahli Utama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, dengan fokus pada Growth Mindset, Penguatan Berpikir Kritis, dan Penalaran Matematika. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa guru perlu menanamkan growth mindset kepada peserta didik melalui proses pembelajaran yang menghargai usaha, strategi, dan proses berpikir, bukan semata hasil akhir. Berpikir kritis dan penalaran matematika harus dilatih melalui pemahaman konseptual dan kontekstual, pemecahan masalah terbuka, diskusi, serta refleksi, sehingga matematika menjadi sarana membangun logika, ketekunan, dan daya juang belajar siswa.

Melalui kegiatan Belajar dan Berbagi ini, MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus membangun komunitas belajar guru yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan, sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mutu pendidikan di Kabupaten Jember.