MGMP MATEMATIKA SMA KAB.JEMBER BULAN SEPTEMBER 2020

Dihadiri oleh kepala Cabang Dinas Pend.Kab.Jember.

MGMP MATEMATIKA SMA KAB.JEMBER BULAN OKTOBER 2020

Kerjasama dengan FMIPA MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI JEMBER - PENERARAPAN GEOGEBRA VERSI-6

Jumat, 23 Januari 2026

Menemukan Makna Pembelajaran dan Motivasi dalam Forum Guru Matematika Jawa Timur

Forum Guru Matematika Jawa Timur menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna bagi para pendidik. Tidak sekadar forum berbagi materi, kegiatan ini menghadirkan penguatan cara berpikir, cara mengajar, sekaligus cara memaknai peran guru matematika di tengah perubahan zaman. Dua narasumber utama, Budi Santoso, M.Pd., C.Ht dan Prof. Dr. Soeharjupri, M.Si (Guru Besar ITS), menyampaikan gagasan yang saling melengkapi antara strategi pembelajaran dan penguatan motivasi guru.

Dalam sesi pertama, Budi Santoso menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran matematika yang hidup dan bermakna. Beliau mengajak guru untuk berani menggeser pola pembelajaran dari yang kaku menuju pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Menurutnya, permainan bukan sekadar hiburan, tetapi sarana efektif untuk membangun keterlibatan, fokus, dan kegembiraan belajar siswa. Setiap pencapaian siswa perlu diapresiasi melalui reward sederhana agar tumbuh rasa percaya diri dan motivasi internal.

Lebih lanjut, Budi Santoso menegaskan bahwa guru matematika harus terus update dan adaptif. Perubahan karakter generasi dan perkembangan teknologi menuntut guru untuk kreatif dalam merancang pembelajaran. Salah satu contoh konkret yang diperkenalkan adalah Indonesian Olympiad Battle (IOB), yang diposisikan sebagai serious game. IOB memuat unsur level, target, tantangan, dan reward yang secara tidak langsung menumbuhkan kecintaan siswa terhadap matematika.

Dalam penguatan konsep, pembelajaran matematika idealnya disajikan melalui tahapan yang jelas, dimulai dari pengalaman konkret, dilanjutkan dengan gambar atau objek, hingga akhirnya menuju pemahaman abstrak. Dengan cara ini, konsep tidak lagi terasa jauh dan menakutkan bagi siswa. Di atas semua itu, guru diingatkan untuk terus menanamkan kemampuan critical thinking, agar matematika benar-benar melatih nalar dan daya analisis peserta didik.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Soeharjupri yang memberikan suntikan motivasi dan inspirasi mendalam bagi guru matematika. Beliau mengingatkan bahwa seorang guru harus memiliki mimpi besar dan open mindset agar tidak terjebak pada rutinitas semata. Proses mengajar seharusnya selalu diawali dengan doa, karena di dalamnya terdapat amanah besar untuk membentuk masa depan generasi.

Nilai-nilai kehidupan menjadi penekanan utama dalam sesi ini. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai melalui keteladanan. Prinsip Asih, Asuh, dan Asah  menjadi fondasi dalam mendidik, sementara filosofi To Give to Get mengajarkan bahwa keikhlasan dalam memberi akan menghadirkan makna yang lebih dalam. Latihan yang dilakukan secara berulang, konsisten, dan penuh kesadaran diyakini mampu menguatkan kompetensi guru maupun siswa.

Prof. Soeharjupri juga mengajak peserta untuk berdamai dengan waktu: meninggalkan masa lalu yang membebani (Yesterday), melakukan yang terbaik hari ini (Today), serta memimpikan dan mendoakan masa depan (Tomorrow). Guru perlu berani move on dari pikiran negatif dan memfungsikan dirinya agar benar-benar memberi manfaat. Dalam perjalanan mendidik, kegagalan adalah keniscayaan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan itulah pembelajaran sejati lahir.

Peserta didik, menurut beliau, perlu diarahkan sesuai dengan passion-nya masing-masing. Tugas guru adalah mendampingi dengan konsistensi, komitmen, komunikasi yang baik, keberlanjutan, dan rasa percaya diri. Semua itu dirangkai dalam niat yang lurus, usaha yang sungguh-sungguh, doa yang terus dipanjatkan, dan tawakal yang menenangkan.

Forum Guru Matematika Jawa Timur akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan peningkatan kompetensi. Pertemuan ini menjelma menjadi ruang refleksi tentang makna menjadi guru: terus belajar, terus memberi, dan terus menyalakan harapan melalui pendidikan yang bermakna.

Rabu, 21 Januari 2026

MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember Perkuat Growth Mindset dan Penalaran Matematis Guru di Era VUCA

Jember, Rabu (21 Januari 2026) — MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember kembali menggelar kegiatan rutin Belajar dan Berbagi yang berlangsung di Aula Pratama SMA Negeri 1 Jember. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi guru matematika untuk memperkuat kompetensi profesional, pedagogik, dan pola pikir adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era VUCA.

Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka oleh Syaiful Rahman, M.Pd, selaku Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, ditegaskan kan bahwa guru matematika tidak cukup hanya menguasai materi ajar, tetapi juga harus terus melakukan upgrade dan update kompetensi, baik dalam cara berpikir, strategi pembelajaran, maupun pemanfaatan teknologi. Menurutnya, era VUCA menuntut guru untuk adaptif, reflektif, kolaboratif, dan mampu membangun pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik.

Selanjutnya, Bapak Dr. Suryadi, S.Pd, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Jember sekaligus PjP MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember, menyampaikan penguatan sekaligus penyegaran pemahaman tentang empat kompetensi guru, yaitu pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Beliau menekankan bahwa kompetensi pedagogik harus tercermin dalam kemampuan guru merancang pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik, sementara kompetensi profesional menuntut penguasaan konsep matematika yang mendalam serta kemampuan bernalar. Kompetensi kepribadian dan sosial, lanjutnya, menjadi fondasi etika, keteladanan, dan kemampuan membangun komunikasi serta kolaborasi yang sehat berdampak di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Materi inti disampaikan oleh Bapak Drs. Ponadi, M.Si, Pengawas Ahli Utama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, dengan fokus pada Growth Mindset, Penguatan Berpikir Kritis, dan Penalaran Matematika. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa guru perlu menanamkan growth mindset kepada peserta didik melalui proses pembelajaran yang menghargai usaha, strategi, dan proses berpikir, bukan semata hasil akhir. Berpikir kritis dan penalaran matematika harus dilatih melalui pemahaman konseptual dan kontekstual, pemecahan masalah terbuka, diskusi, serta refleksi, sehingga matematika menjadi sarana membangun logika, ketekunan, dan daya juang belajar siswa.

Melalui kegiatan Belajar dan Berbagi ini, MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus membangun komunitas belajar guru yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan, sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan mutu pendidikan di Kabupaten Jember.

Kamis, 10 April 2025

"Refleksi untuk Guru Matematika di Sekolah "

Oleh : Goodman Siadari, M.Pd

Menjadi guru matematika bukan sekadar menyampaikan rumus dan menyuruh murid mengerjakan soal. Lebih dari itu, guru matematika memegang peran penting dalam membangun pola pikir logis dan sistematis peserta didik. Namun, kita semua tahu bahwa matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang "menakutkan", penuh dengan simbol, angka, dan konsep abstrak yang sulit dipahami oleh sebagian besar siswa.

Di sinilah peran seorang guru matematika  sangat dibutuhkan. Guru matematika harus mampu mengurangi sifat abstrak dari objek matematika, dan mengupayakan agar fakta, konsep, operasi, ataupun prinsip matematika menjadi kongkret dan mudah dipahami oleh murid sesuai dengan tahap perkembangan penalaran mereka.

Guru matematika inovatif adalah mereka yang:

  • Menghubungkan konsep dengan dunia nyata. Mereka mengaitkan pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa, seperti menggunakan perbandingan dalam resep masakan, memodelkan bunga pinjaman dalam kehidupan ekonomi, atau menggambarkan bentuk geometri dari benda-benda di sekitar kita.
  • Menggunakan alat bantu visual dan manipulatif. Mereka menghadirkan media belajar, seperti model, gambar, video, hingga aplikasi digital agar siswa dapat “melihat” dan “meraba” konsep yang sebelumnya hanya berupa simbol.
  • Mengakomodasi gaya belajar siswa. Mereka tidak hanya mengajar dengan satu pendekatan, tetapi mencari cara agar semua siswa bisa merasakan keberhasilan dalam belajar matematika, baik melalui diskusi, eksplorasi, atau simulasi.
  • Memberi ruang untuk berpikir kritis dan kreatif. Mereka bukan hanya mengejar jawaban benar, tetapi menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis serta reflektif pada peserta didik.

Guru matematika inovatif bukan berarti harus selalu sempurna. Ia adalah guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan reflektif terhadap praktik mengajarnya. Ia menyadari bahwa setiap murid adalah individu yang unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam memahami matematika.

Akhirnya, refleksi ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa peran kita sebagai guru matematika tidak berhenti di papan tulis. Ia hidup dalam cara kita membuat matematika menjadi lebih manusiawi, bermakna, dan menyenangkan untuk dipelajari.

Selasa, 23 Juli 2024

Mewujudkan Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan dan Partisipatif


Sebagai seorang guru matematika di tingkat SMA, kita senantiasa berusaha menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif. Di tengah tantangan kurikulum dan kompleksitas materi matematika, kita yakin bahwa pembelajaran yang efektif harus melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah melalui diskusi yang dinamis dan kolaboratif, di mana peserta didik merasa nyaman menyampaikan pemahaman mereka kepada teman-temannya.

👉Mengubah Paradigma Pembelajaran

Pembelajaran matematika seringkali dianggap kaku dan menakutkan oleh banyak peserta didik. Anggapan ini dapat berubah jika guru mampu mengemas materi dengan cara yang menarik dan relevan. Menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik, seperti pembelajaran berbasis masalah, studi kasus, dan diskusi kelompok, dapat membantu peserta didik melihat matematika sebagai alat yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
👉Mendorong Diskusi yang Produktif

Diskusi kelas merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didik. Dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi, mereka dapat berbagi ide, mengklarifikasi konsep, dan mengajukan pertanyaan. Dalam diskusi ini, peran guru adalah sebagai fasilitator yang mengarahkan dan memandu peserta didik untuk mencapai kesimpulan yang benar.


Untuk mendorong diskusi yang produktif, penting bagi guru untuk menciptakan suasana yang terbuka dan inklusif. peserta didik harus merasa aman untuk mengemukakan pendapat mereka tanpa takut dikritik atau dihakimi. Memberikan apresiasi atas setiap kontribusi, sekecil apapun, dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.

👉Menggunakan Metode Pembelajaran Kolaboratif

Metode pembelajaran kolaboratif seperti kerja kelompok dan peer teaching (pengajaran sebaya) dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Dalam kerja kelompok, peserta didik dapat saling membantu dan belajar dari satu sama lain. Mereka dapat berdiskusi, berdebat, dan menemukan solusi bersama. Peer teaching memungkinkan peserta didik yang lebih memahami materi untuk menjelaskan kepada teman-temannya, yang tidak hanya memperkuat pemahaman mereka sendiri tetapi juga membantu peserta didik lain belajar dengan cara yang berbeda.

👉Memanfaatkan Teknologi dalam Pembelajaran

Di era digital ini, teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam pembelajaran matematika. Menggunakan aplikasi pembelajaran, video tutorial, dan simulasi online dapat membuat materi matematika lebih menarik dan mudah dipahami. Platform e-learning juga memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan mengakses sumber daya tambahan yang dapat membantu mereka memahami konsep yang sulit.

👉Menginspirasi dengan Contoh Nyata

Salah satu cara terbaik untuk memotivasi peserta didik adalah dengan menunjukkan bagaimana matematika diterapkan dalam kehidupan nyata. Memberikan contoh-contoh nyata dari dunia kerja, industri, dan penelitian dapat membantu peserta didik melihat relevansi dari apa yang mereka pelajari. Misalnya, menunjukkan bagaimana matematika digunakan dalam desain rancang bangun, teknologi, statistik olahraga, atau analisis data bisnis dapat membuat materi menjadi lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Mewujudkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan partisipatif membutuhkan usaha dan kreativitas dari seorang guru. Dengan mengubah paradigma pembelajaran, mendorong diskusi produktif, menggunakan metode pembelajaran kolaboratif, memanfaatkan teknologi, dan memberikan contoh nyata, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mengembangkan keterampilan kognitif peserta didik tetapi juga membangun rasa percaya diri dan motivasi mereka untuk belajar. Semoga dengan pendekatan ini, peserta didik dapat melihat matematika bukan sebagai momok, tetapi sebagai ilmu yang menarik dan bermanfaat dalam kehidupan mereka.



Kamis, 25 Januari 2024

🌐 "Menginspirasi Pendidikan: Pertemuan MGMP Matematika SMA Kab. Jember Dorong Inovasi Pembelajaran"

Rabu, 24 Januari 2024 bertempat di Aula Utama SMA Negeri 1 Jember, telah dilaksanakan pertemuan rutin Mata Pelajaran Matematika tingkat SMA yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Kabupaten Jember. Pertemuan ini dihadiri oleh puluhan guru Matematika dari berbagai sekolah di wilayah kabupaten tersebut.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember, Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd, menyampaikan semangat dan tekad bersama para guru Matematika untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menekankan pentingnya upaya guru dalam mengupdate dan mengupgrade diri agar mampu memberikan pelayanan pembelajaran terbaik, berkualitas, dan bermakna bagi peserta didik.

"Sebagai guru, kita terus mengembangkan diri dengan meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Hal ini dilakukan dengan cara terus belajar dan mengimplementasikan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, optimalisasi Artificial Intelligence, serta manajemen kelas yang berpihak kepada peserta didik," ujar Bapak Syaiful Rahman.

MGMP merupakan sarana bagi para guru Matematika untuk saling bertukar pengalaman, membagikan inovasi pembelajaran, dan merumuskan strategi baru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi praktik dan pengalaman. Salah satu Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Jember, Ibu Farida Tri Andayani, S.Pd, turut membagikan praktiknya tentang Budaya Positif sekolah. Diskusi tanya jawab yang antusias menciptakan atmosfer yang inspiratif, mendorong seluruh anggota MGMP untuk terus bergerak dan mengimplementasikan ilmu yang diterima.

Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi anggota, sehingga setiap guru dapat memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan di kelas. Semangat untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik menjadi landasan utama dalam pertemuan rutin MGMP Matematika SMA Kabupaten Jember.

Mari bersama-sama kita dukung upaya para guru Matematika untuk menciptakan pembelajaran yang inspiratif dan berdaya saing! 💡📚

#MGMPMatematika
#PembelajaranBerkualitas
#EdukasiMasaDepan

Rabu, 06 September 2023

MGMP Matematika SMA Jawa Timur Gelar Kompetisi Matematika untuk Meningkatkan Kualitas Peserta Didik dan Pengembangan Ilmu Matematika*


Surabaya, 6 September 2023 - MGMP Matematika SMA Jawa Timur dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan Kompetisi Matematika SMA Jawa Timur, sebuah ajang bergengsi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya peserta didik SMA secara ilmiah. Kompetisi ini juga dirancang untuk memotivasi peserta didik SMA di Jawa Timur dalam menekuni dan mengembangkan ilmu matematika.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu matematika melalui kegiatan yang mampu meningkatkan potensi sumber daya manusia. Selain itu, Kompetisi Matematika ini akan memberikan bekal pada generasi muda sebagai potensi sumber daya manusia yang intelektual dalam pengembangan Basic Science.

Manfaat dari Kompetisi Matematika SMA Jawa Timur ini antara lain adalah meningkatkan kemampuan hasil belajar matematika, memacu jiwa bersaing, menguji serta mengasah kemampuan diri dalam bidang matematika, dan memberikan pemahaman lebih dalam tentang matematika. Dengan demikian, peserta diharapkan akan melihat matematika bukan sebagai ilmu pengetahuan yang sulit, tetapi sebagai sebuah seni untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, prestasi dalam kompetisi ini juga dapat menjadi nilai tambah saat masuk ke perguruan tinggi dan saat mengikuti seleksi beasiswa.

Kompetisi Matematika ini akan diselenggarakan dalam beberapa tahap. Tahap penyisihan akan dilaksanakan secara online di sekolah masing-masing. Tahap semi-final dan final akan diselenggarakan secara offline terpusat di Surabaya, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Dewan juri dalam Kompetisi Matematika ini terdiri dari guru dan dosen matematika yang masih aktif mengajar, termasuk dari universitas ternama seperti UNESA, UNAIR, dan ITS. Para juri akan memainkan peran penting dalam menilai dan mengawasi jalannya kompetisi untuk memastikan kualitas dan keadilan.

Ketua MGMP Matematika SMA Jawa Timur, Bapak Mustain, M.Pd, menyampaikan bahwa kompetisi ini akan menjadi ajang yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk terus menjadi kreatif dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Beliau menekankan bahwa dengan adanya Kompetisi Matematika ini, diharapkan motivasi belajar peserta didik dapat ditingkatkan, terutama dengan pendampingan guru matematika dari masing-masing satuan pendidikan (SMA) di wilayah Jawa Timur.

Kompetisi Matematika SMA Jawa Timur ini diharapkan akan menjadi ajang bergengsi yang memacu minat dan prestasi peserta didik dalam bidang matematika serta berkontribusi pada perkembangan ilmu matematika di Indonesia.



Kamis, 24 Agustus 2023

MGMP Matematika SMA Jawa Timur: Membangun Guru Inovatif, Kreatif, dan Teknologi-Savvy untuk Masa Depan Pendidikan

Surabaya, 24 Agustus 2023 - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jawa Timur telah memulai perjalanan yang penuh semangat menuju perubahan yang transformatif dalam dunia pendidikan. Dibawah kepemimpinan yang dinamis dan berwawasan, Ketua MGMP Matematika Provinsi Jawa Timur, Bapak Mustain, S.Pd., M.Pd., telah menginisiasi upaya berkelanjutan untuk membentuk para guru yang tak hanya kompeten, tetapi juga inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap dinamika perkembangan teknologi.

Sebagai langkah lanjutan, MGMP Matematika Jawa Timur merencanakan pelaksanaan "Training of Trainer Penguatan Kompetensi Guru Matematika SMA". Kegiatan ini tidak hanya akan memungkinkan para guru matematika untuk mengasah keterampilan teknis mereka dalam pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran, tetapi juga akan menciptakan lingkungan kolaboratif tempat ide-ide inovatif berkembang, belajar dan berbagi. 

Kolaborasi ini direncanakan akan melibatkan perguruan tinggi dan mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta bekerja sama dengan Casio Education Indonesia. Langkah ini menandakan tekad kuat MGMP Matematika Jawa Timur untuk mengambil bagian dalam transformasi pendidikan di Indonesia.

Bapak Mustain, S.Pd., M.Pd., dengan penuh semangat mengungkapkan tujuan besar di balik langkah ini, "Kami ingin menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang rasa ingin tahu siswa, yang menggugah imajinasi, dan memperkaya pemahaman mereka tentang matematika. Teknologi dan media pembelajaran modern bukan sekadar alat, tetapi adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang penuh peluang."

Dalam konteks ini, Syaiful Rahman, S.Pd., M.Pd., seorang peserta ToT Peningkatan Kompetensi Guru Matematika yang diselenggarakan oleh Kemendikburistek RI dan Casio Education Indonesia, memberikan tanggapan inspiratif. "Kegiatan ini sejalan dengan diseminasi program ToT yang dilaksanakan sebelumnya pada bulan Agustus 2023 . Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pihak yang sadar akan pentingnya mempersiapkan para guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern. Berupaya menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan, Kurikulum Merdeka telah memprioritaskan sejumlah langkah progresif yang merangkul teknologi".

Lebih dari sekadar memadukan teknologi dengan pembelajaran, inisiatif ini juga mendorong guru-guru matematika untuk bergeser menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu memicu minat belajar siswa, memahami kebutuhan unik mereka, dan menyajikan konten yang sesuai. Semangat kolaborasi dan inovasi yang ditanamkan dalam setiap langkah kegiatan ini tidak hanya akan membekali para guru dengan alat yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pendidikan modern, tetapi juga akan merangkul perubahan sebagai kesempatan untuk pertumbuhan.

Dengan langkah-langkah berani dan progresif seperti ini, MGMP Matematika SMA Jawa Timur bukan hanya menciptakan guru-guru yang lebih siap menghadapi perubahan, tetapi juga menunjukkan jalan untuk menciptakan generasi pelajar yang siap bersaing di era global yang semakin kompleks dan terhubung. Dengan semangat dan tekad yang tak tergoyahkan, MGMP Matematika SMA Jawa Timur mengukir jejaknya dalam arus perubahan pendidikan, memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan yang mampu membimbing mereka menuju masa depan yang cerah dan penuh potensi.